Memperkuat Harmoni Sosial dan Budaya Masyarakat

Salah satu potensi persoalan yang perlu mendapat perhatian dari pemerintah dan masyarakat kabupaten Halmahera Timur (Haltim) adalah belum optimalnya peran masyarakat dalam pembangunan dan keberadaan potensi konflik sosial. Kehadiran para “pendatang” yang memiliki kapasitas dan keterampilan memang dianggap telah memberi dukungan bagi pembangungan. Tetapi hal itu juga dirasakan sebagai tantangan bagi penduduk Halmahera Timur. “Persaingan diam-diam” antara penduduk lama dan pendatang untuk mendapatkan lapangan kerja dan tempat hidup, tentu membutuh perhatian yang lebih serius. Potensi yang dimiliki baik oleh penduduk lama maupun pendatang perlu dikelola secara lebih baik agar bisa mendukung agenda pembangunan. 

MABA-Di era periode kedua kepemimpinan Bupati H Rudy Erawan SE MSi dan Wakilnya Ir Muh Din pada 2016-2021 ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Haltim pun menancapkan persoalan harmoni sosial dan budaya masyarakat ini sebagai bagian dari visi misi pembangunannya. Sebagai bagian dari Misi ke-V ini, ditujukan agar semua lapisan masyarakat dapat bersinergi dalam pembangunan.

“Misi ini sendiri disertakan dalam RPJMD Kabupaten Halmahera Timur tahun 2016-2021 karena pemerintah menyadari bahwa masyarakat dari berbagai lapisan masyarakat pada titik tertentu membutuhkan mekanisme sinergi yang efektif. Mekanisme ini akan menjadi rujukan bagi masyarakat baik dari kelompok agama dan suku yang dominan maupun yang minoritas, masyarakat asli maupun pendatang, masyarakat modern maupun tradisional, masyarakat pesisir yang relatif memiliki akses lebih terbuka maupun masyarakat pedalaman yang dihadapkan pada akses pelayanan yang jauh lebih terbatas. Sehingga, agenda pembangunan infrastruktur, perekonomian, dan peningkatan kualitas sumberdaya manusia dapat berjalan lancar,” demikian paparan Bupati H Rudy Erawan SE MSi.

Sehubungan dengan itu, Menurut orang nomor satu Pemkab Haltim ini, agenda prioritas pada misi tersebut akan disusun guna untuk memenuhi dua tujuan besar yaitu, Memperkuat rekognisi  masyarakat dalam pembangunan; dan Memperkuat ketahanan sosial masyarakat.

Secara umum, agenda untuk mencapai tujuan menguatnya rekognisi masyarakat dalam pembangunan ditujukan untuk memberikan ruang bagi masyarakat Halmahera Timur agar dapat lebih terlibat dalam proses pembangunan.

“Selama ini peluang masyarakat untuk berkarya dalam pembangunan banyak tergeser oleh kehadiran sumberdaya manusia dari luar daerah yang memiliki kompetensi lebih di bidangnya. Karena itu pada lima tahun ke depan, selain mengagendakan masyarakat yang lebih terdidik, terampil, dan sehat, pemerintah juga mengagendakan ini sebagai energi yang mendukung pembangunan,” tutur Bupati Haltim.

Sehubungan dengan itu, imbuh Bupati, ada tiga sasaran besar yang hendak dicapai melalui tujuan yang pertama ini yakni menguatnya modal sosial sebagai daya dukung pembangunan; meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan; dan menguatnya pemberdayaan masyarakat dalam rangka pembangunan.

Sementara itu, untuk tujuan yang kedua, yaitu memperkuat ketahanan sosial masyarakat, lanjut Bupati Haltim, diperlukan untuk meningkatkan kesigapan dalam menangani masalah akibat pembangunan, termasuk potensi masalah yang sangat mungkin muncul kemudian.

“Sebagai bagian dari upaya untuk mendeteksi persoalan atau potensi persoalan, maka informasi mengenai situasi masyarakat terkini secara kuantitatif maupun kualitatif menjadi sangat penting. Selanjutnya, perencanaan tentang langkah-langkah penanganan dan antisipasi apa saja yang tepat juga harus diupayakan,” pungkas Bupati Rudy. (hmc)